Seo Seung Jae/Kim Won Ho Bidik Emas Asian Games 2026

2026-09-16 08:17:06 By Dembele

Pasangan ganda putra Korea Selatan, Seo Seung Jae dan Kim Won Ho, bertekad meraih medali emas di Asian Games Aichi-Nagoya 2026. Keduanya datang dengan status sebagai pasangan nomor satu dunia yang telah mereka pertahankan selama 60 minggu berturut-turut.

 

Tekad tersebut disampaikan Seo Seung Jae dan Kim Won Ho melalui media sosial Asosiasi Bulu Tangkis Korea pada 15 September. Keduanya ingin memberikan penampilan terbaik sekaligus membawa pulang medali emas untuk Korea Selatan.

 

"Saya tidak akan puas dengan posisi saya sebagai pemain nomor satu dunia, dan dengan rasa tanggung jawab untuk mewakili Korea Selatan, saya akan melakukan yang terbaik hingga akhir dan pasti akan membalasnya dengan medali emas," kata Seo Seung Jae.

 

Kim Won Ho juga menyampaikan komitmennya untuk tampil maksimal di Aichi-Nagoya.

 

"Saya akan melakukan yang terbaik lebih dari siapa pun yang berkompetisi di Asian Games, dan saya akan membalas perhatian dan dukungan yang Anda berikan kepada tim bulu tangkis nasional dengan pertandingan dan hasil yang baik," ujar Kim.

 

Seo Seung Jae dan Kim Won Ho memang memiliki catatan impresif sejak dipasangkan. Tahun lalu, mereka berhasil memenangkan 11 turnamen, termasuk Kejuaraan Dunia. Catatan tersebut menyamai rekor kemenangan terbanyak dalam satu musim pada satu nomor yang sebelumnya dicatat Ahn Se-young.

 

Performa mereka juga berlanjut pada awal musim 2026. Pasangan Korea Selatan itu berhasil menjadi juara Malaysia Open Super 1000 pada Januari, All England Open Super 1000 pada Maret, serta Kejuaraan Asia.

 

Namun, performa mereka kemudian mengalami penurunan memasuki pertengahan hingga akhir musim. Seo Seung Jae/Kim Won Ho hanya finis di posisi ketiga pada Singapore Open dan Indonesia Open, sebelum menjadi runner-up secara beruntun di Japan Open dan China Open.

 

Mereka juga gagal mempertahankan gelar Kejuaraan Dunia BWF 2026. Seo/Kim hanya meraih medali perunggu setelah kalah dua gim langsung dari pasangan Malaysia, Aaron Chia/Soh Wooi Yik, yang menempati peringkat keempat dunia.

 

Hasil kurang memuaskan berlanjut di China Masters Super 750 awal September. Untuk pertama kalinya sejak dipasangkan, Seo/Kim tersingkir pada babak pertama setelah kalah dari pasangan yang berada di peringkat ke-58 dunia dalam waktu hanya 42 menit.

 

Keduanya mengakui bahwa performa belakangan ini memang belum sesuai harapan. Seo Seung Jae mengatakan mereka telah melakukan evaluasi dan berusaha mencari cara untuk kembali ke performa terbaik.

 

"Kami menyadari bahwa performa kami akhir-akhir ini tidak bagus. Kami telah melakukan banyak upaya sambil merenungkan bagaimana bermain lebih baik," ujar Seo.

 

"Daripada melakukan upaya seperti itu, kami akan mempersiapkan diri untuk Asian Games dengan fokus pada apa yang dapat kami lakukan lebih baik dan apa yang telah kami lakukan. Pada saat itu, kami akan dapat menunjukkan tingkat performa yang kami miliki semula," lanjutnya.

 

Kim Won Ho menambahkan bahwa mereka sempat terlalu fokus menutupi kekurangan hingga mengabaikan kekuatan utama yang selama ini menjadi keunggulan mereka.

 

"Saat bermain untuk menutupi kekurangan kami, kami malah sedikit melewatkan permainan yang menjadi keunggulan kami," kata Kim.

 

"Di Asian Games, kami berencana untuk lebih fokus pada aspek-aspek tersebut dan bermain dengan percaya diri dan yakin," tambahnya.

 

Jika berhasil meraih emas di Aichi-Nagoya, Seo Seung Jae dan Kim Won Ho berpeluang membawa Korea Selatan meraih emas ganda putra Asian Games untuk pertama kalinya dalam 24 tahun.

 

Terakhir kali Korea Selatan meraih emas ganda putra adalah pada Asian Games Busan 2002 melalui Lee Dong-soo dan Yoo Yong-sung.

 

Pada Asian Games Incheon 2014, Lee Yong-dae dan Yoo Yeon-sung yang ketika itu berstatus pasangan nomor satu dunia juga berhasil mencapai final. Namun, mereka kalah dari pasangan Indonesia Mohammad Ahsan/Hendra Setiawan dan harus puas dengan medali perak.

 

Kini, Seo Seung Jae dan Kim Won Ho membawa target serupa di Aichi-Nagoya 2026 dengan ambisi mengakhiri penantian panjang Korea Selatan untuk kembali meraih emas ganda putra Asian Games.