Josh Hart Siap Buktikan Knicks Layak Pertahankan Mahkota NBA

2026-09-11 12:00:32 By Messi

Josh Hart Tegaskan Knicks Belum Puas, Targetkan Gelar NBA Secara Beruntun

New York Knicks berhasil mengakhiri musim NBA 2025-2026 dengan pencapaian bersejarah. Namun, memasuki musim baru, status juara bertahan ternyata belum membuat mereka otomatis menjadi tim unggulan utama. Bagi Josh Hart, keraguan tersebut justru bisa menjadi bahan bakar tambahan bagi Knicks untuk kembali mengejar trofi.

Hart menyampaikan pandangannya ketika menghadiri pertandingan perempat final US Open 2026 antara Alexander Zverev dan Botic van de Zandschulp di New York, Rabu (9/9). Dalam kesempatan tersebut, ia mendapat pertanyaan mengenai posisi Knicks setelah sukses menjadi juara NBA 2026.

Hart memberikan jawaban tegas. Menurutnya, banyak pihak masih belum menempatkan Knicks sebagai kandidat terkuat untuk kembali menjadi juara. Situasi tersebut justru ingin dimanfaatkan oleh para pemain sebagai motivasi.

"Menurut saya, tidak banyak orang yang memperkirakan kami bisa menjadi juara lagi. Karena itu, kami menjadikannya sebagai motivasi. Kami masih berada dalam posisi sebagai pemburu," ujar Hart.

Knicks akhirnya mengakhiri penantian panjang selama 53 tahun untuk kembali menjadi juara NBA. Pada Final NBA 2026, mereka mengalahkan San Antonio Spurs dengan skor 4-1. Keberhasilan tersebut juga menjadi penampilan mereka di panggung Final NBA untuk pertama kalinya sejak 1999.

Meski sudah mencapai puncak, Hart menegaskan bahwa Knicks tidak ingin berhenti hanya dengan satu gelar. Keraguan yang muncul terhadap peluang mereka mempertahankan trofi justru ingin dijadikan dorongan untuk kembali tampil maksimal.

"Kami tidak puas hanya dengan satu gelar. Sekarang target kami adalah memenangkan satu gelar lagi. Jadi, kami tetap menjadi pemburu dan kami senang berada dalam posisi tersebut," lanjut pemain jebolan Villanova University itu.

Kontribusi Penting Josh Hart

Hart menjadi salah satu pemain yang memberikan kontribusi penting dalam perjalanan Knicks menuju gelar juara musim lalu. Sepanjang 85 pertandingan yang ia jalani, termasuk musim reguler dan playoff, Hart membukukan rata-rata 11,6 poin, 7,7 rebound, dan 4,8 assist per pertandingan.

Ia juga menunjukkan kemampuan yang cukup baik dari luar garis tiga angka dengan persentase tembakan mencapai 39 persen.

Meski demikian, persaingan untuk kembali mencapai Final NBA diperkirakan tidak akan mudah. Sejumlah tim di Wilayah Timur melakukan perubahan besar selama jeda musim panas dan memperkuat skuad mereka.

Philadelphia 76ers menjadi salah satu tim yang patut diperhitungkan. Mereka kini memiliki LeBron James dan Jaylen Brown setelah melakukan sejumlah langkah besar di bursa pemain. Sebelumnya, Sixers juga sudah mempunyai Joel Embiid, Tyrese Maxey, serta rookie berbakat V.J. Edgecombe.

Miami Heat juga tidak tinggal diam. Mereka membuat kejutan dengan mendatangkan Giannis Antetokounmpo dari Milwaukee Bucks melalui sebuah pertukaran besar yang melibatkan sejumlah aset, termasuk Tyler Herro.

Di sisi lain, Knicks memilih mempertahankan sebagian besar komposisi tim yang membawa mereka menjadi juara. Salah satu perubahan penting terjadi di posisi center setelah Mitchell Robinson meninggalkan Knicks untuk bergabung dengan Boston Celtics.

Kekompakan Jadi Kunci Knicks

Hart menilai peluang Knicks untuk kembali berjaya tidak hanya bergantung pada kualitas individu pemain. Menurutnya, kekuatan utama tim terletak pada kebersamaan dan kesediaan setiap anggota skuad untuk mengutamakan kepentingan tim.

Hart percaya para pemain harus mampu mengesampingkan ego pribadi dan bersedia menjalankan peran masing-masing demi tujuan yang lebih besar.

"Bagi kami, semuanya berkaitan dengan bagaimana kami saling membantu. Kami memiliki karakter yang baik dan memahami bahwa jika semua orang mau berkorban, tidak mengutamakan ego, serta tidak bermain secara individualistis, kami bisa melangkah jauh," jelas Hart.

 

"Kami yakin bisa mencapai apa yang kami inginkan pada akhir musim," tutupnya.