Ben Shelton Kritik Aturan Waktu Servis Usai Kalah dari Alexander Zverev
2026-09-15 09:26:47 By Dembele
Ben Shelton mengaku tidak senang dengan penjelasan wasit Marijana Veljovic terkait aturan waktu servis setelah dirinya kalah dari Alexander Zverev pada final US Open 2026.
Petenis unggulan kedelapan itu harus mengakui keunggulan Zverev dalam empat set di partai puncak. Kekalahan tersebut sekaligus memperpanjang penantian Amerika Serikat untuk kembali memiliki juara Grand Slam tunggal putra.
Sepanjang turnamen, Zverev memang memiliki kebiasaan memantulkan bola berkali-kali sebelum melakukan servis. Rutinitas tersebut semakin sering terlihat selama US Open 2026 dan sebelumnya juga sempat mendapat sorotan.
Zverev akhirnya menerima pelanggaran waktu pada set keempat karena melewati batas 25 detik. Namun, situasi tersebut justru membuat Shelton menyoroti aturan yang berkaitan dengan persiapan pemain sebelum servis.
"Tidak ada atlet di dunia ini yang akan diam memperhatikan mereka melakukan aksinya sembari tetap dalam posisi siap selama 30 detik sebelum permainan dimulai," ujar Shelton.
"Bagi saya pun sama. Saya tidak akan berdiam diri dalam posisi siap — dengan lutut ditekuk dan tubuh menegang — selama 30 detik sembari menunggu. Saya akan berusaha tetap rileks dan membiarkan ia melakukan aksinya saat ia berada di sana, saya tidak akan berdiam diri dengan sikap tegang dan fokus penuh dalam posisi siap selama itu."
Meski Zverev yang mendapatkan pelanggaran waktu, Shelton juga sempat diminta Veljovic untuk bersiap lebih awal ketika lawannya sedang menjalankan rutinitas servis. Permintaan tersebut membuat Shelton tidak setuju.
"Ia bilang saya harus sudah berada di garis servis lebih awal, padahal menurut saya lawan bisa memulai rutinitasnya kapan pun ia mau. Saya jamin, tidak akan pernah ada momen di mana ia melakukan servis dan saya belum siap," jelas Shelton.
"Tetapi saya tidak seharusnya berdiam diri di garis servis jika ia memantul-mantulkan bola sampai 20 atau 25 kali. Saya tidak seharusnya menunggu begitu saja untuk hal itu. Ia seharusnya bisa langsung memulainya. Ia tidak pernah memantulkan bola kurang dari 10 kali, jadi, saya pasti akan selalu siap saat ia siap melakukan servis."
Shelton menilai aturan yang mengharuskan seorang pemain tetap berada dalam posisi siap selama lawannya menjalankan rutinitas servis terlalu lama tidak masuk akal.
"Menurut saya, aturan yang mengharuskan kita berdiam diri di sana saat menghadapi petenis yang punya rutinitas seperti itu adalah aturan yang konyol. Selama kita siap saat ia menyatukan tangannya dan berhenti memantulkan bola, itulah yang seharusnya menjadi hal terpenting," katanya.
Petenis berusia 23 tahun itu kemudian mengusulkan adanya peninjauan terhadap penerapan aturan waktu servis. Menurutnya, pemain seharusnya memiliki keleluasaan menggunakan waktu yang tersedia untuk servis pertama, tetapi perlu ada batasan yang lebih jelas untuk servis kedua.
"Saya tahu semua orang ingin menjadikannya sebagai topik utama. Menurut saya, untuk servis pertama, anda seharusnya bebas melakukan apa pun yang anda inginkan," ujar Shelton.
"Anda bisa memanfaatkan seluruh durasi 25 detik setiap kalinya. Saya rasa perlu ada aturan — meski saya tidak yakin persis bagaimana penerapannya — yang membatasi waktu untuk servis kedua. Waktu yang tersedia tidak boleh tidak terbatas."
Shelton menilai perubahan tersebut bukan hanya demi pemain, tetapi juga untuk memberikan pengalaman yang lebih baik bagi penonton. Ia berharap pihak penyelenggara dapat mengevaluasi kembali aturan tersebut setelah melihat sejumlah pertandingan dengan jeda yang cukup panjang sebelum servis dilakukan.
"Menurut saya, ini demi olahraga kita dan demi para penggemar. Rasanya berat harus menunggu begitu lama hingga permainan atau aksi berikutnya dimulai. Saya yakin pada akhirnya pihak penyelenggara turnamen akan meninjau hal ini, mengingat adanya jeda waktu yang cukup lama dalam beberapa pertandingan," tutup Shelton.