Alexander Zverev Raih Gelar Grand Slam Kedua di US Open 2026
2026-09-14 08:07:25 By Dembele
Alexander Zverev berhasil menambah koleksi gelar Grand Slam menjadi dua setelah mengalahkan petenis tuan rumah, Ben Shelton, pada final US Open 2026 di Arthur Ashe Stadium, New York.
Petenis berkebangsaan Jerman yang berstatus unggulan pertama tersebut tampil terlalu tangguh bagi Shelton. Zverev akhirnya keluar sebagai juara setelah mengamankan kemenangan dalam empat set.
Kesuksesan tersebut menjadi momen istimewa bagi Zverev setelah sebelumnya harus menelan kekecewaan di final US Open enam musim lalu. Saat itu, ia kalah dari mantan petenis Austria, Dominic Thiem.
Bagi Shelton, kekalahan tersebut menjadi pukulan pahit karena ia kembali gagal mengakhiri penantian gelar Grand Slam tunggal putra bagi Amerika Serikat. Meski demikian, petenis berusia 23 tahun itu memberikan penghormatan kepada Zverev dalam pidatonya sebagai runner-up.
“Sascha, selamat untuk dua pekan terakhir ini,” ujar Shelton.
“Gelar Grand Slam keduamu, gelar Grand Slam keduamu dalam satu musim. Kau adalah salah satu petenis terbaik di dunia, mungkin petenis terbaik di dunia pada musim ini. Hal yang kamu lakukan luar biasa, caramu melakukan servis, caramu bergerak, dan bermain.”
Shelton juga memuji etos kerja Zverev bersama timnya yang dinilai menjadi salah satu faktor penting dalam keberhasilan sang juara.
“Kau berlatih lebih keras dibandingkan siapa pun yang saya kenal, kau kerahkan berjam-jam di atas lapangan dibandingkan siapa pun yang saya kenal. Kau dan timmu melakukan hal dengan cara yang benar dan saya ikut merasa gembira untuk kalian semua untuk menggenggam gelar ini,” lanjut Shelton.
Setelah memberikan penghormatan kepada Zverev, Shelton turut mengucapkan terima kasih kepada timnya sebelum memberikan apresiasi kepada CEO USTA, Craig Tiley.
“Kalian kembali berhasil melakukannya. Menyelenggarakan turnamen yang luar biasa. Turnamen favorit saya di dunia,” kata Shelton.
“Craig, sebagai CEO baru, selamat atas jabatan barunya. Kau telah mengubah peta permainan ini dalam berbagai hal dan perjalananmu baru saja dimulai. Kami sangat senang kau bergabung bersama kami dan terima kasih atas segala hal yang telah kau lakukan di sini.”
Terlepas dari kekalahan di partai puncak, Shelton tetap dapat berbangga atas penampilannya selama dua pekan di New York. Ia kembali menunjukkan dirinya sebagai salah satu talenta muda terbaik Amerika Serikat di level profesional.
Shelton juga menjadi salah satu dari sedikit petenis yang mampu mengalahkan Carlos Alcaraz di ajang Grand Slam. Penampilan impresifnya di US Open 2026 semakin memperkuat keyakinan bahwa ia memiliki masa depan cerah di panggung tenis dunia.
Dengan kekuatan pukulan dan potensi yang dimilikinya, Shelton masih memiliki banyak kesempatan untuk kembali tampil di final Grand Slam pada masa mendatang.